LOMBOK TIMUR– Pemda Lombok Timur akannmenyiapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar sebagai bantuan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di APBD perubahan 2025 mendatang. Bantuan ini diberikan secara cuma-cuma dan bertujuan untuk memperkuat perekonomian masyarakat dari sektor bawah.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengatakan bahwa saat ini program bantuan tersebut masih berada pada tahap verifikasi oleh tim teknis. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar layak, serta merupakan pelaku usaha aktif yang membutuhkan dukungan modal.
“Sekarang masih diverifikasi. Kami ingin memastikan bahwa yang menerima adalah orang-orang yang benar-benar berusaha. Jangan sampai bantuan ini justru jatuh ke tangan yang tidak layak,” terang Warisin.
Ia menekankan bahwa bantuan ini harus digunakan secara bijak dan sesuai dengan peruntukannya, yaitu sebagai tambahan modal usaha. Ia melarang keras penggunaan bantuan ini untuk membayar utang, membeli kebutuhan rumah tangga, atau keperluan lain di luar usaha. Menurutnya, kebutuhan sehari-hari seharusnya dibiayai dari keuntungan hasil usaha, bukan dari modal yang diberikan.
“Bantuan ini bukan untuk bayar hutang, bukan pula untuk belanja keperluan pribadi. Ini murni modal usaha. Harus diputar agar bisa berkembang, dan hasilnya baru boleh digunakan untuk kebutuhan lainnya,” imbuhnya.
Besaran bantuan yang diberikan akan bervariasi tergantung kebutuhan masing-masing penerima dan hasil verifikasi yang dilakukan " Dengan adanya bantuan ini kita berharap para pelaku usaha mikro bisa mengembangkan usahanya, yang pada gilirannya bisa meningkatkan taraf hidup mereka serta menurunkan angka kemiskinan di Lombok Timur " imbuh nya.
Dengan alokasi dana yang besar dan skema penyaluran langsung, program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap geliat ekonomi masyarakat “Kami harap masyarakat tidak melihat ini sebagai dana gratis yang bisa digunakan sesuka hati. Ini adalah kepercayaan dan kesempatan untuk memperbaiki ekonomi keluarga dan membantu perputaran ekonomi ,” tutup Warisin
Sebelumnya Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, Hirsan, mengungkapkan bahwa bantuan ini akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama akan dilakukan sebagai uji coba, untuk melihat sejauh mana efektivitas program dalam memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Pencairan bantuan direncanakan paling lambat September, setelah APBD Perubahan. Tahap pertama ini sebagai pilot project. Jika hasilnya positif, program ini akan diperluas dan bisa jadi anggarannya akan ditambah,” jelas Hirsan.
Ia meyakini bahwa program ini akan sangat membantu, karena sasarannya adalah pedagang kecil dan pelaku usaha perorangan yang seringkali luput dari perhatian program-program bantuan sebelumnya. Biasanya, bantuan usaha lebih banyak diarahkan kepada kelompok atau koperasi, sehingga individu pelaku usaha kecil kerap tidak terjangkau.
Lebih lanjut, Hirsan menambahkan bahwa bantuan ini berbeda dari program “Lotim Berkembang” yang juga digulirkan Pemkab Lotim sebelumnya. Dalam program tersebut, bantuan diberikan dalam bentuk pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Pegadaian, di mana bunga pinjaman ditanggung oleh pemerintah daerah. Sementara dalam program bantuan modal Rp 20 miliar ini, dana diberikan langsung secara hibah, bukan pinjaman.
“Kalau program Lotim Berkembang itu sistemnya pinjaman, tapi tanpa bunga karena ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan program yang sekarang ini benar-benar bantuan murni, tidak dikembalikan. Tapi harus ada pertanggungjawaban moral dan administratif dari penerima,” tandasnya. (glk)
.
Post a Comment