LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan pentingnya komitmen semua pihak dalam memastikan keberlanjutan operasional pabrik porang yang telah dibangun di Desa Pringgabaya Utara Kecamatan Pringgabaya.
![]() |
Pabrik Porang di Desa Pringgabaya Utara Kecamatan Pringgabaya |
Warisin menekankan bahwa pabrik porang tidak boleh bernasib sama seperti sejumlah bangunan lain yang akhirnya mangkrak karena tidak dikelola dengan baik. Ia menyatakan bahwa pengalaman masa lalu terkait bangunan-bangunan tak berfungsi harus menjadi pelajaran berharga.
"Kita tidak ingin pabrik porang ini mangkrak seperti bangunan lainnya yang tidak dikelola dengan baik," tegas Warisin
Menurutnya, mangkraknya beberapa proyek pembangunan sebelumnya telah memberikan dampak negatif tidak hanya pada pemborosan anggaran, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek pemerintah. Karena itu, Bupati menyatakan bahwa pabrik porang harus menjadi contoh keberhasilan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan.
“Beberapa bangunan yang sudah dibangun sebelumnya tidak bisa berfungsi dan akhirnya terbengkalai. Hal ini yang tidak ingin kita ulangi. Maka pabrik porang ini harus benar-benar dikelola dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Pabrik porang yang telah selesai dibangun diharapkan menjadi pusat pengolahan hasil pertanian porang di Lombok Timur yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para petani. Namun, Warisin bmengingatkan bahwa keberhasilan pabrik ini sangat bergantung pada sinergi semua pemangku kepentingan.
“Untuk tidak mangkrak, maka hendaknya jalin kemitraan dengan semua pihak secara terus menerus,” imbuhnya.
Kemitraan yang dimaksud mencakup koordinasi antara pemerintah daerah, investor, petani porang, hingga lembaga pembiayaan dan pemasaran hasil produksi. Untuk itu Warisin menginginkan agar seluruh pihak yang terlibat memiliki kesadaran bersama akan pentingnya keberlanjutan dan profesionalisme dalam mengelola pabrik porang.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pabrik porang bukan hanya soal teknis produksi, tetapi juga tentang kemampuan dalam menjaga ekosistem kerja sama yang saling menguntungkan antara petani dan industri.
“Pabrik porang ini tidak boleh gagal, apalagi sampai mangkrak. Harus berjalan sebagaimana yang diinginkan bersama sesuai target dan rencana,” tandasnya. (glk)
Post a Comment