LOMBOK TIMUR - Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tak mau intervensi lebih jauh terkait dengan sajian menu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) terutama di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) yang ada di Lotim. Itu semua menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui perpanjangan tangan ahli gizi yang ada di masing- masing SPPG.


Para pekerja di salah satu SPPG di Lotim ketika mengemas menu MBG sebelum didistribusikan




"Kalau masalah menu saya tidak mau komentari karena bukan ranah kita," kata Kepals Dikes Lotim Lalu Aries Fahrozi

Aries menegaskan bahwa persoalan menu sepenuhnya merupakan tanggung jawab SPPG dan ahli gizi yang bertugas di dapur tersebut. "Untuk diketahui menu MBG itu urusan SPPG dan ahli gizi di sana," terangnya.

Begitu pun halnya soal perekrutan ahli gizi di masing-masing SPPG disebut Aries itu juga bukan kewenangan mereka. Hal tersebut juga menjadi BGN "Kalau soal ahli Gizi itu bukan ranah kami, jadi kami tidak ada urusan dengan ahli gizi. Jadi kami tidak bisa mengambil kebijakan," jelasnya.

Meski dua hal tersebut bukan menjadi ranah mereka namun pihaknya kata Aries tetap melakukan koordinasi dengan pihak- pihak terkait. Termasuk mengumpulkan seluruh perwakilan puskesmas di Lotim untuk berkoordinasi dengan Dapur SPPG di wilayah masing-masing.

"Tadi kami sudah mengumpulkan kepala Puskesmas (Kapus) untuk kami tekankan untuk melakukan koordinasi dengan Dapur SPPG, untuk menghindari hal-hal yang kita tidak diinginkan," tutup nya. (glk) 



.