LOMBOK TIMUR - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Lombok Timur (Lotim) tepatnya di Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Senin (9/12). Dalam kunjungan tersebut Amran melakukan tanam perdana Bawang Putih di Sembalun Bumbung bersama dengan Gubenur NTB dan Bupati Lotim Haerul Warisin.




Berdialog : Mentan Andi Amran Sulaiman saat berdialog dengan petani dan penyuluhan ketika melakukan kunjungan kerja ke Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun kemarin





Di kesempatan itu Amran juga berdialog dengan para penyuluh Pertanian termasuk dengan para petani Bawang Putih. Melihat potensi dan kualitas Bawang Putih Sembalun, Amran memastikan bahwa Sembalun menjadi salah satu daerah Swasembada Bawang Putih Nasional. Hal tersebut selaras dengan program pemerintah pusat yaitu mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.

" Sembalun memiliki potensi luar biasa sebagai pusat bibit nasional karena kualitas produknya yang jauh mengungguli bawang impor " sanjung Amran.

Melihat potensi hasil Pertanian di Indonesia terutama Bawang Putih dan Bawang Merah termasuk di Sembalun membuatnya optimis kalau Indoensia tidak akan lagi bergantung dengan hasil pertanian dari negara lain. Bahkan dalam kurun 3 hingga 4 tahun kedepan Indonesia tidak akan lagi mengimpor hasil Pertanian dari luar . Baik itu Bawang maupun impor hasil pertanian yang lainnya.

. Tanaman padi 7,4 juta hektar saja saja bisa kita realisasi apalagi ini " jelasnya.

Khusus untuk wilayah Sembalun terang dia melihat kondisi geografis yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut maka hal tersebut tentunya menjadi keunggulan tersendiri ujtuk menghasilkan hasil pertanian Bawang Putih yang berkualitas. Bahkan sekarang ini sebut dia Sembalun mampu memproduksi hingga 20 hingga 28 ton Bawang Putih per hektare.


"Kualitasnya sangat bagus kalau dibandingkan dengan bawang impor. Karena ini berada pada ket, kami pusatkan bumi bibit kita di sini," jelas Amran.

Tidak hanya itu Amran juga menanggapi berbagai keluhan para petani terutama berkaitan dengan harga penjualan hasil pertanian. Menjawab keluhan itu Amran menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Ke depan kita ada harga pembelian pemerintah, tidak boleh petani rugi. Petani itu sederhana, jangan buat rugi, mereka pasti akan berproduksi," tegas Andi Amran



Selain masalah bawang putih, Amaran juga menyampaikan terkait dengan berbagai program pemerintah pusat yang akan dikucurkan ke NTB. Salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik pakan ternak terintegrasi . Pembangunan pakan ternak ini merupakan salah satu upaya untuk menyerap hasil jagung petani lokal agar memiliki nilai tambah.

Sementara itu Bupati Lotim Haerul Warisin, menyambut baik terkait dengan berbagai program pemerintah pusat dalam upaya mensejahterakan para petani terutama yang ada di Lotim. Disampaikan bahwa pengembangan kawasan Sembalun tidak hanya untuk konsumsi, tetapi difokuskan menjadi lumbung benih nasional.

"Harapan saya ke depan, Sembalun tetap diandalkan sebagai lokasi pembenihan nasional. Dengan biaya usaha maksimal Rp. 80 juta, jika hasil. 20 ton dikalikan harga dasar, petani bisa mengantongi Rp. 160 juta. Ini keuntungan dua kali lipat," ujar Warisin.

Lebih lanjut disampaikan bahwa berbagai program yang dilakukan Pemkab Lotim juga selarasa dengan program dari pemerintah pusat. Terutama berkaitan dengan program hilirisasi. Salah satu contoh keberadaan Pabrik Pengolahan Porang yang ada di Desa Pringgabaya Utara Kecamatan Pringgabaya.Dengan adanya pabrik tersebut maka akan berdampak terhadap harga jual hasil pertanian Porang menjadi stabil.


" Tidak hanya itu kita juga terus mendorong peran koperasi merah putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap hasil pertanian kita. Dengan adanya program tersebut tentunya kita berharap akan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan pemasaran hasil pertanian kita" kata dia.

Karenanya dengan dukungan anggaran dan program pusat kemudian dibarangi dengan sinergi semua pihak Warisin optimis Lotim terutama Sembalun akan mampu menjadi pusat pembibitan bawang putih Nasional. Bahkan Sembalun ditargetkan mampu swasembada Bawang Putih Tahun 2029 hinga 2030. Yaitu dengan luas lahan pembibitan mencapai 700 hektar. (glk)