LOMBOK TIMUR- Lombok Timur (Lotim) terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan komitmen pemerintah pusat untuk memproyeksikan Lombok Timur dalam hal ini Sebagai pusat Perbenihan Kentang Nasional.


Panen Benih Kentang Industri Varietas Chitra (GO). Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Gapoktan Makmur 441, Sembalun, Kamis (6/11)



Komitmen Tersebut disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) di acara Panen Benih Kentang Industri Varietas Chitra (GO). Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Gapoktan Makmur 441, Sembalun, Kamis (6/11) .

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Muhammad Agung Sanusi menyebutkan bahwa produksi pada tahun 2024 diproyeksikan mencapai 1,2 juta ton dan akan ditingkatkan menjadi 1,22 juta ton pada 2025. Hal tersebut menjadi awal menuju menandai l swasembada kentang konsumsi. Namun, Agung menekankan bahwa tantangan utama masih pada kentang industri.

“Kebutuhan kentang industri untuk bahan baku olahan seperti keripik dan kentang goreng masih sangat tinggi, mencapai 140-150 ribu ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri kita baru sekitar 50-60 ribu ton,” jelasnya.

Karena itu lanjut dia kehadiran pusat perbenihan kentang industri di Sembalun dinilai sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan impor . Khusus untuk Sembalun kata dia salah satu yang di proyek sebagai pusat perbenihan kentang nasional.

“Kami mendorong efisiensi produksi melalui peningkatan kualitas benih, pembangunan infrastruktur, dan penyediaan fasilitas pendukung,” tambah Agung.

Inisiatif ini juga selaras dengan misi kedua Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu hilirisasi pertanian dan kemandirian pangan nasional. Pengembangan kawasan perbenihan kentang industri di Sembalun diharapkan tidak hanya menjadi lompatan menuju swasembada, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk pertanian.


Sementara itu langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya mengatakan bahwa Pemda Lombok Timur dan pihak terkait terus berkomitmen mengembangkan sistem perbenihan kentang di Sembalun.

“Sektor pertanian menyumbang lebih dari 20 persen terhadap PDRB Lombok Timur. Keberhasilan program ini diharapkan dapat memantik semangat inovasi para petani dan memperkuat ekonomi masyarakat,” tegas Edwin.

Ia juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat melalui penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. (glk)