LOMBOK TIMUR– Ratusan warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur melakukan aksi pemblokiran jalan yang kondisinya rusak parah di wilayah tersebut Senin (3/11). Aksi pemblokiran jalan ini sebagai bentuk protes warga karena melihat kondisi jalan yang rusak parah.



Warga  Desa Kalijaga Timur Kecamatan Aikmel melakukan aksi pemblokiran jalan yang rusak parah di wilayah tersebut kemarin



Aksi pemblokiran jalan ini ditandai dengan penanaman pohon pisang , batu, dan potongan kayu besar. Kondisi itu menyebabkan akses, terutama bagi Dum Truk pengangkut pasir dan material galian C yang disinyalir menjadi salah satu penyebab parah kerusakan menjadi terganggu.

Salah seorang perwakilan warga, Murahan, mengungkapkan bahwa aksi ini adalah jalan terakhir setelah kesabaran mereka habis menanti janji perbaikan dari pemerintah yang tak pernah terealisasi.

"Sudah puluhan tahun kita nunggu, sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki. Pemerintah hanya bisa berjanji, tapi tidak pernah membuktikan. Jadi kita memilih aksi biar kita didengar," ujar Murahan

Ia menjelaskan, kondisi jalan yang rusak telah membawa dampak buruk yang berkepanjangan bagi kehidupan sehari-hari warga."Kami sudah bertahun-tahun menanggung derita akibat jalan rusak. Kalau musim hujan, jalan kami ini seperti sungai dan berlumpur, sungguh ironis melihat kami harus hidup di lumpur padahal ada pemerintah. Kalau kemarau, debu beterbangan hingga ke tanaman kami di sawah. Apakah pemerintah tega membiarkan kami terus-menerus menderita seperti ini," tegasnya.

Sementara itu Ketua Pemuda setempat, Munawir Haris, menegaskan bahwa aksi blokade ini merupakan murni inisiatif warga yang merasa tidak nyaman saat berkendara dan beraktivitas. Ia menolak anggapan adanya pihak yang mengintervensi aksi tersebut.

"Aktivitas warga terganggu oleh jalan yang rusak ini. Ini murni suara rakyat yang muak dengan kondisi infrastruktur yang bobrok. Aksi kami ini tidak ada intervensi dari pihak siapapun," tegas Munawir.

Munawir juga mengungkapkan bahwa upaya usulan perbaikan dari pemerintah desa setempat seolah tidak pernah digubris oleh pemerintah Daerah.

"Kata Pak Kades sudah sering diusulkan, tapi tahun ini pun tidak ada rencana pemerintah. Ini menunjukkan ketidakseriusan dan ketidakpedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar kami sebagai warga negara. Pemerintah seharusnya malu," kesalnya.

Untuk itu Munawir berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata dan menghentikan pembiaran terhadap aktivitas yang merusak infrastruktur desa.

"Jangan mau untungnya saja pebisnis galian C dan membiarkan kami menerima dampaknya. Pemerintah harus segera memperbaiki jalan kami dan berhenti menutup mata terhadap keluhan warga di Desa Kalijaga Timur ini!" pungkasnya. (glk)