LOMBOK TIMUR - Harga sapi khusus nya di Lombok Timur mulai mengalami kenaikan. Salah satu penyebab adalah setelah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lombok Timur berhasil di kendalikan setelah beberapa tahun sebelumnya ancaman PMK ini sempat ke membuat para peternak resah
" Harga sapi di pasar memang terjad peningkatan. Sebelum turun karena PMK. Tapi sekarang peternakan sudah mulai bangkit karena harga sudah mulai bangkit . Kenaikan sekitar 10 persen " kata Kadis Kesehatan Hewan (Keswan) Lombok Timur H. H. Mashur
Meski harga sapi mengalami kenaikan namun sebagian besar yang membeli sapi terutama di pasar hewan adalah para peternak. Kenaikan harga tersebut mengacu pada harga pembelian perkilogran untuk daging basah. Sebelumnya harga perkilogram untuk daging basah yaitu Rp. 50 ribu namun sekarang naik menjadi Rp 60 perkilogram.
" Selaian disebabkan karena PMK yang berhasil dikendalikan, kenaikan harga sapi ini juga salah satunya dipengaruhi oleh pemotongan terutama ketika hari Raya Qurban beberapa waktu lalu dimana tembus sampai 60 rebu ekor hewa Qurban " ujar dia.
Kondisi ini lanjut dia tentunya mempengaruhi kebutuhan sapi juga mengalami peningkatan. Lebih lanjut Mashuri menyebutkan jumlah populasi sapi yang ada di Lombok Timur. Berdasarkan data yang ada populasi ternak sapi di Lombok Timur sekitar 130 ribu ekor.. Jumlah tersebut diakuinya mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pengurangan populasi itu tidak hanya karena meningkatkan kebutuhan di Lombok Timur melainkan permintaan dari Kabupaten lain.
" Meski populasi sapi kita berkurang tapi dalam beberapa waktu kedepan kemungkinan akan kembali bertambah. Itu terjadi jika angka kelahiran terus meningkat dan pemotongan berkurang " katanya.
Saat ini imbuh dia ketersedian daging di Lombok Timur juga di fokuskan untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terutama kebutuhan untuk daging kategori unggas seperti ayam. Pemotongan ayam sehari sampai 11 ribu ekor baik itu untuk MBG maupun ke pasar.
" Meningkat kebutuhan daging ayam untuk program MBG ini juga mempengaruhi kenaikan harga daging ayam. Terjadinya kenaikan harga daging ayam ini tidak apa - apa karena itu juga akan menguntungkan peternakan kita " ujar dia.
Meski harga kenaikan daging ayam naik dan kebutuhan meningkat namun Mashur memastikan ketersediaan daging di Lombok Timur terbilang masih mencukupi. Sejauh ini pihaknya juga belum pernah memberikan rekomendasi terkait dengan kebutuhan daging untuk Lombok Timur di pasok dari luar.
" Makanya kita bersurat ke Rumah Pemotongan Unggas (RPU) yang ada di Lombok Timur supaya mereka tetap rutin memberikan data real berapa yang dijual ke pasar dan berapa yang di pasok ke dapur MBG. Dari sana kita akan tau berapa kebutuhan daging ayam dan apakah ada yang di pasok dari luar. Kita di Lombok Timur memiliki RPU sebanyak 76 yang tersebar di semua kecamatan " tandasnya. (glk)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Terkini
10/recent/bodylist
Ad Before Content
Close x
====== kode iklan ======
Ad Inline Content
Close x
====== kode iklan ======
Ad After Content
Close x
====== kode iklan ======
TOPIK POPULER
TERPOPULER
- Pemdes Aikmel Diduga Selewengkan Anggaran Desa
- Tekan Harga Beras, Bulog Lotim Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Tahap Dua
- Kritik dan Sorotan Tajam untuk Iqbal-Dinda, Warnai Diskusi Publik yang Digelar Pojok NTB, Walhi NTB, dan Mi6
- Bupati Ingatkan Pengusaha Hotel Untuk Taat Bayar Pajak
- Sonsong Kemenangan, Koordes dan Koordus Pemenangan Luthfi- Wahid se Kacamatan Wanasaba Dikukuhkan
SAINSTEIN
3/recent/sidebarlist
SAINSTEIN
3/recent/sidebarlist
Post a Comment