LOMBOK TIMUR  – Pemda Lombok Timur menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan Sekolah Garuda jenjang pendidikan SMA yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo. Dua lokasi yang disiapkan itu dialah lahan yang berada di Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya dan di Lemor Kecamatan Suela.



Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat mendampingi Tim dari Kemendikbudristek untuk meninjau lokasi pembangunan Sekolah Garuda di Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya 



Tim dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) turun langsung melakukan peninjauan ke dua lokasi tersebut Jumat (2/1). Kunjungan dari Tim Kemendikbudristek ini didampingi langsung Bupati Lombok Timur H. Harus Warisin bersama kadis PUPR Lombok Timur Ahmad Dewanto Hadi.

Bupati Lombok Timur H. Harus Warisin dengan tegas menyatakan komitmen Pemda Lombok Timur untuk mensukseskan pembangunan Sekolah Garuda di Lombok Timur ini "Keputusan ada di pusat. Yang jelas kita sudah usulkan dua lokasi. Menurut saya, ini lokasi sangat menarik. Ada sisi positif, ada sisi negatif, ini yang akan kita sempurnakan," tegas Warisin.

Lebih lanjut disampaikan dua lokasi diusulkan itu telah disambut positif oleh pemerintah pusat. Bahkan tim dari Kemendikbudristek juga memberikan apresiasi ke Pemda Lombok Timur yang memiliki komitmen penuh untuk mensukseskan program ini.

" Usulan kita ini merupakan wujud komitmen kita untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat termasuk upaya untuk meningkatkan kualitas SDM " tandas Warisin.

Sementara itu Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendikbudristek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa pihaknya memang sedang mencari lokasi untuk sekolah Garuda baru di Indonesia Timur, termasuk di NTB.

"Kita berterima kasih kepada Pak Bupati atas usulannya. Situasi dalam mengkaji dua lokasi ini bisa disebut sebagai selection headache atau pilihan yang sulit, karena keduanya memiliki letak yang strategis dekat jalan raya," ujar Najib.

Syarat utama yang menjadi pertimbangan, lanjut Najib, adalah ketersediaan lahan minimal 20 hektar. Kedua lokasi yang diusulkan dinilai memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat ditekankan sebagai kunci keberhasilan.

"Kalau prosesnya dapat dukungan yang baik, semua akan lancar dan cepat," tegasnya.

Jika semua berjalan sesuai rencana kata dua maja pembangunan fisik akan dimulai pada tahun 2026, sehingga sekolah ditargetkan sudah dapat beroperasi untuk menerima murid baru pada tahun 2027.

Tim Pakar Politeknik Negeri Malang Muhammad Fajar Subkhan mengatakan keterlibatan timnya dalam program ini untuk mengkaji aspek legalitas tanah dan kelayakan teknis di lapangan.

"Intinya kami ingin clear and clean-nya tanah, baik dari sisi legalitas maupun aspek teknis," jelas Fajar

Lokasi ideal untuk sekolah berbasis asrama ini adalah yang sudah siap bangun, memiliki luasan memadai, serta didukung sarana prasarana pendukung seperti listrik dan air. Untuk itu ketika tahap peninjauan dan diskusi ini selsai , proses selanjutnya kini tinggal menunggu hasil kajian mendalam dari tim pusat untuk menentukan lokasi final pembangunan SMA Unggul Garuda pertama di Lombok Timur. (glk)