LOMBOK TIMUR - Dinas Pertanian Lombok Timur akan mengupayakan barat para petani di Lombok Timur ikut menikmati hasil dari program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dimana para petani di Lombok Timur diupayakan ikut terlibat sebagai pemasok menu MBG seperti beras, sayur mayur dan hasil pertanian lainnya.
![]() |
| Hasil pertanian Lombok Timur surplus dan sangat mencukupi kebutuhan program MBG |
" Hasil pertanian kita di Lombok Timur selalu surplus. Berapapun kebutuhan MBG Insyaallah kita siap penuhi. Baik beras maupun sayur. Persoalannya sekarang MBG mampu beli atau tidak saja," kata Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur Lalu Fathul Kasturi.
Untuk itu terang dia pihaknya siap untuk menjembatani para petani dengan pengelola MBG agar hasil produksi mereka bisa terserap. Namun ia berharap para petani lebih fokus dulu untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi. Jika kualitas dan hasil produksi sudah banyak, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk mencarikan pasar yang menguntungkan bagi petani. Salah satunya bekerja sama dengan pihak dapur MBG.
"Di satu sisi produksi kita berhasil, pasar juga harus kita siapkan. Salah satunya melalui program MBG dan ini menjadi pasar yang jelas bagi petani, ”sebutnya.
Ia menambah hasil produksi gabah tahun ini cukup tinggi, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Sehingga dipastikan tidak akan kekurangan pangan, hingga panen raya tahun depan. Salah satu tantangan pertanian Lotim ialah masih kurangnya alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang ada, khususnya mesin panen padi. Akan tetapi masalah ini diakui telah dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian.
"Pak bupati sudah bertemu dengan Kementan Insyaallah masalah ini akan segera terjawab. Memang kami akui kita masih sangat kekurangan alsintan, sementara luas areal tanaman padi kita cukup luas," katanya.
Selain padi, hasil komoditi lain seperti cabai juga diklaim menunjukkan hasil yang cukup bagus. Hanya saja yang kerap menjadi masalah adalah persoalan harga yang fluktuatif. Bahkan hujan lebat beberapa Minggu lalu sempat membuat harga cabai anjlok hingga di bawah Rp 15 ribu per kilogram.
"Sekarang sudah di angka Rp 18 ribu lebih, dan ini tergolong cukup bagus. Tapi kalau cabai ini kapan saja bisa turun naik harganya," tandasnya. (glk)

Post a Comment