LOMBOK TIMUR
– Sepuluh Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Lombok Timur akan mendapatkan pendampingan intensif dari tiga pihak sekaligus, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan TNI. Hal ini dilakukan untuk memastikan koperasi-koperasi binaan tersebut dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan dampak ekonomi bagi anggotanya.

Dari pihak KKP, pendampingan akan difokuskan pada tiga koperasi yang berlokasi di daerah pesisir, yaitu Koperasi Jerowaru, Koperasi Labuhan Haji, dan Koperasi Sugian. Sementara itu, Pemprov NTB akan mendampingi lima koperasi lain yang dinilai telah memiliki embrio usaha yang jelas sebagai koperasi percontohan.

“Kalau lima koperasi yang akan didampingi oleh Pemprov ini dia memiliki embrio usaha yang jelas,” jelas Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, Irwan Khair

Tidak ketinggalan, TNI juga turut serta dalam program pendampingan ini. Dua Kopdes, yaitu Merah Putih Lendang Nangka di Kecamatan Masbagik dan Penjaring di Kecamatan Sakra Barat, telah diajukan untuk mendapatkan bimbingan dari institusi tersebut.

“Jadi banyak pihak yang mengawal koperasi ini agar bisa tumbuh dan berjalan. Dan kami juga akan memberikan sosialisasi kepada Koperasi sebagai bekal untuk menjalankan koperasi,” katanya.

Persiapan operasional Koperasi Merah Putih saat ini berada pada tahap perekrutan tenaga pendamping. Dijelaskannya, sedang diproses perekrutan 25 orang Bisnis Asisten (BA) yang akan ditugaskan di tingkat kecamatan dan dua orang Project Management Office (PMO) di tingkat kabupaten.

“Pendamping bisnisnya ada 25 orang yang tersebar di semua kecamatan di Lombok Timur Kemudian kalau PMO tingkat kabupaten itu ada dua orang. Itu sedang berproses sekarang, jadi belum ada yang berjalan Koperasi merah putih,” jelas Irwan.

Satu orang Bisnis Asisten nantinya akan membina 8 hingga 12 koperasi. Tugas mereka adalah mendampingi koperasi mulai dari penyusunan perencanaan bisnis hingga mempersiapkan pengajuan modal usaha ke Bank Himbara.

" Saat ini sudah ada dua Kopdes, Kembang Kuning dan Kembang Kerang, yang lebih dahulu berjalan karena telah memiliki unit usaha yang dikoneksikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) " tandasnya. (glk)