LOMBOK TIMUR– Pemkab Lombok Timur (Lotim) mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menanam cabai di halaman rumah . Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menekan terjadinya lonjak harga cabai yang menjadi salah satu penyebab tinggi nya inflasi di Lotim.
Diketahui sejak awal Ramadhan harga cabai di Lotim meroket. Bahkan harga perkilogramnya sempat tembus Rp. 200 ribu. Dalam upaya menekan harga cabai ini Pemkab Lotim melalui Dinas Pertanian dan OPD terkait melakukan koordinasi dengan Champion Cabai Lotim untuk mendatangkan cabai dari luar. Termasuk mengelakkan gerakan pemberian bibit cabai gratis ke masyarakat terutama petanisa
Kepala Dinas Pertanian Lotim , Lalu Pathul Kasturi mengatakan tingginya harga komoditas cabai disebutnya disebabkan oleh menurunnya pasokan secara drastis. Musim hujan yang terus menggunakan mengakibatkan banyak tanaman cabai milik petani terendam dan gagal panen. Di sisi lain, permintaan pasar tetap tinggi, sehingga kelangkaan pun tak terhindarkan dan harga melonjak.
" Seusai arahan pak bupati para ASN kita juga diminta untuk tanam cabai di pekarangan rumah. Kita telah siapkan bibit cabai gratis " katanya.
Untuk mengatasi stok cabai yang terbatas ini pihak nyantidak hanya mengandalkan pasokan dari petani skala besar. Sebagai salah satu solusi pihaknya juga mendistribusikan ribuan benih cabai dan polybag secara gratis kepada warga.
"Kami meminta masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang sempit sekalipun. Tanam cabai menggunakan pot, polybag, atau bahkan ember-ember bekas. Selain itu, manfaatkan juga pematang sawah yang selama ini kurang dimaksimalkan," imbuhnya.
Cara ini diharapkan dapat menciptakan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Jika setiap rumah mampu memproduksi cabai sendiri untuk kebutuhan sehari-hari, maka tekanan permintaan di pasar dapat berkurang, yang pada akhirnya akan membantu menstabilkan harga.
"Ini adalah gerakan bersama. Mari kita tanam cabai di pekarangan kita. Selain menghematp1pengeluaran dapur, kita juga ikut membantu pemerintah mengendalikan inflasi," tutupnya.
Sementara itu Bupati Lotim Haerul Warisin juga menyerukan hal serupa. Disampaikannya dari puluhan ribu ASN di Lotim jika satu orang tanam satu tanam cabai menggunakan polybac maka dari akan bisa menghasilan puluhan ton cabai dari sekian jumlah ASN Lotim.
" Kalau satu tanaman cabai bisa panen satu kilogram cabai maka dari ASN saja kita bisa panen cabai dengan jumlah besar. Sehingga kita tidak perlu bergantung dengan pasokan jumlah besar tandasnya. (glk)
.
Post a Comment